Nenek Penolak Tambang Ilegal Diduga Dianiaya di Rao, Pasaman

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RI satu, com|Pasaman, Sumbar — Seorang nenek bernama Saudah diduga menjadi korban penganiayaan setelah menolak aktivitas tambang ilegal di lahan miliknya, di wilayah Sibinail, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 1 Januari 2026, dan kini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi ini disampaikan oleh anak korban, yang menceritakan kronologi kejadian berdasarkan penuturan langsung dari ibunya.

Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula pada Kamis sore, ketika Nenek Saudah mendatangi para pekerja tambang dan meminta agar aktivitas penggalian dihentikan karena dilakukan di atas tanah miliknya. Permintaan tersebut sempat dipenuhi dan aktivitas tambang berhenti sementara.

Baca Juga :  Pria di Siak Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 3 SD

Namun, setelah waktu Magrib, para pekerja tambang kembali beroperasi dan masuk lagi ke area lahan tersebut. Merasa haknya dilanggar, Nenek Saudah kemudian mendatangi lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, dengan membawa senter dan berjalan seorang diri.

Di tengah perjalanan, korban diduga dilempari batu, lalu didatangi oleh beberapa orang yang kemudian melakukan tindak kekerasan hingga korban tidak berdaya. Dalam kondisi lemah, korban mendengar suara yang menyebut dirinya telah meninggal dunia.

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban diduga dibuang ke semak-semak di tepi sungai. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 01.00 WIB, Nenek Saudah tersadar dan berusaha pulang ke rumah dengan sisa tenaga. Namun, setibanya di depan rumah, ia kembali tidak sadarkan diri.

Baca Juga :  Antisipasi Geng Motor hingga Balap Liar, Satlantas Polres Langkat Gelar Patroli UKL di Stabat

Keluarga yang menemukan kondisi korban segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Saat ini, Nenek Saudah dirawat di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami memar di wajahnyeri di seluruh tubuh, serta pusing berkepanjangan akibat benturan yang dialaminya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait pelaku maupun status hukum kasus tersebut. Keluarga berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penganiayaan dan aktivitas tambang ilegal yang terjadi di lahan korban.***

Temzl

Berita Terkait

Wujudkan Generasi Muda Berkarakter, Kapolres Binjai Dorong Program “Police Go To School
Hadir Menjaga Keamanan Serta Menyapa dengan Kasih, Kapolsek Binjai Dampingi jemaat Ibadah dan Kegiatan Sosial di Gereja
Polsek Stabat Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu di Gereja Kecamatan Stabat
Rem Truk Diduga Blong, Tabrakan Beruntun di Sibolangit Hantam 4 Rumah dan Bangunan SD
Perpanjang SIM Menjadi Lebih Mudah, Satpas Polrestabes Medan Sebar Gerai Keliling
Antisipasi Bencana, Polres Langkat Cek Kesiapan Sarpras Penanganan Bencana Alam
Gubernur Sumut Bersama Kapolres Binjai dan Plt. Bupati Langkat Tinjau Jalan Longsor di Desa Telagah
PWMOI Luncurkan Program Satu Desa, Satu Wartawan Bantu Pemerintahan Prabowo Ikut Awasi Pembangunan Desa
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:25 WIB

Hadir Menjaga Keamanan Serta Menyapa dengan Kasih, Kapolsek Binjai Dampingi jemaat Ibadah dan Kegiatan Sosial di Gereja

Minggu, 13 September 2026 - 20:35 WIB

Polsek Stabat Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu di Gereja Kecamatan Stabat

Sabtu, 12 September 2026 - 17:33 WIB

Rem Truk Diduga Blong, Tabrakan Beruntun di Sibolangit Hantam 4 Rumah dan Bangunan SD

Sabtu, 12 September 2026 - 17:24 WIB

Perpanjang SIM Menjadi Lebih Mudah, Satpas Polrestabes Medan Sebar Gerai Keliling

Sabtu, 12 September 2026 - 12:37 WIB

Antisipasi Bencana, Polres Langkat Cek Kesiapan Sarpras Penanganan Bencana Alam

Berita Terbaru

Pemerintah

Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai

Senin, 14 Sep 2026 - 18:33 WIB