Peristiwa tersebut terjadi saat korban baru tiba di lokasi menggunakan kendaraan roda empat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tangan korban diduga berada di luar kendaraan ketika sekelompok OTK melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat, termasuk putusnya empat jari tangan, serta kerusakan parah pada mobil yang dikendarainya.
Menurut keterangan rekan korban, Rahmat Ndruru, jumlah pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Usai melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Insiden ini diduga berkaitan dengan konflik pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 732,69 hektare yang merupakan aset sitaan negara dan saat ini dikelola oleh PT Agrinas. Sejak awal Desember 2025, situasi di wilayah tersebut dilaporkan memanas akibat perselisihan antara pihak pengamanan PT Agrinas dan PT SIS.
Korban segera dilarikan ke Klinik Permata Hati Duri untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Rahmat Ndruru meminta pihak kepolisian, khususnya Polres Bengkalis, untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun motif penyerangan. Pihak PT SIS juga belum memberikan pernyataan resmi untuk menanggapi dugaan yang berkembang di masyarakat.*** (Temazl)









