Pemprov Riau Evaluasi Menyeluruh BUMD yang Dinilai Belum Optimal Berkontribusi pada PAD

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

RI satu.com, |PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan ulang tata kelola dan peningkatan kinerja BUMD.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa sejumlah BUMD justru menjadi beban keuangan daerah, padahal seharusnya berperan sebagai penggerak ekonomi dan sumber pendapatan bagi pemerintah provinsi.

“BUMD itu harusnya memberi nilai tambah bagi daerah, bukan malah menghabiskan anggaran,” ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Kamis (1/1/2026).

Ia secara khusus menyoroti kinerja PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dan PT Permodalan Investasi Riau (PIR). Menurutnya, kedua BUMD tersebut belum menunjukkan kinerja keuangan yang sepadan dengan struktur organisasinya.

“Di PT PIR ada dua direksi tetapi tidak ada pendapatan. SPR Langgak juga belum terlihat hasilnya, namun struktur organisasinya justru semakin besar,” katanya.

SF Hariyanto menilai terdapat ketidakseimbangan antara jumlah jabatan dan capaian kinerja. Oleh karena itu, evaluasi difokuskan pada efektivitas manajemen dan profesionalisme pengelola BUMD.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Labuhan Deli kembali menghadirkan suasana pembinaan yang kreatif dan penuh semangat .

“Penambahan jabatan harus sejalan dengan kinerja. Kita ingin BUMD benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi daerah,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pimpinan BUMD agar memprioritaskan peningkatan kinerja dan pendapatan perusahaan, bukan kepentingan fasilitas pribadi.

“Belum menghasilkan apa-apa sudah meminta fasilitas. Kalau begitu, bagaimana mau meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

SF Hariyanto juga menyoroti kondisi Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) yang dinilainya belum memenuhi ketentuan tata kelola perusahaan karena belum lengkapnya struktur direksi dan komisaris.

“Direksi dan komisaris belum ada, ini jelas tidak sesuai aturan. Hal ini akan segera kita benahi,” katanya.

Padahal, BRKS sebelumnya dikenal sebagai salah satu BUMD penyumbang PAD terbesar bagi Provinsi Riau.

“Dulu BRKS bisa menyumbang ratusan miliar rupiah, bahkan pernah mencapai sekitar Rp500 miliar. Sekarang kontribusinya sekitar Rp80 miliar,” ujar SF Hariyanto.

Ia juga menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah jaringan kantor dengan pendapatan yang dihasilkan BRKS.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Pemko Pekanbaru dan UNRI Revitalisasi 10 Danau Kampus Jadi Embung Pengendali Banjir

“Gerainya banyak, tetapi pendapatannya tidak sebanding. Ini perlu dikaji, apakah belanja operasional terlalu besar atau ada persoalan lain,” jelasnya.

Evaluasi BUMD ini dilakukan menyusul dinamika pemerintahan daerah pasca nonaktifnya Gubernur Riau Abdul Wahid. Sejumlah posisi strategis di BUMD diketahui diisi oleh pejabat yang diangkat pada periode pemerintahan sebelumnya.

Menanggapi langkah tersebut, Ijun, seorang mahasiswa di Pekanbaru, menilai evaluasi BUMD merupakan konsekuensi dari perubahan kepemimpinan daerah, namun harus dilakukan secara objektif.

“Penataan ulang itu wajar, tetapi yang terpenting harus berbasis kinerja dan transparansi, bukan sekadar pergantian orang,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi BUMD seharusnya bertujuan memperbaiki tata kelola agar perusahaan daerah kembali sehat dan memberi manfaat bagi masyarakat.

SF Hariyanto menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan mengembalikan fungsi strategis BUMD sebagai sumber pendapatan daerah yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kita bergerak bersama agar persoalan BUMD ini bisa segera diselesaikan dan memberikan hasil yang nyata bagi daerah,” pungkasnya.***

(Temazl)

Berita Terkait

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang amantertib, dan bersih dari peredaran barang-barang terlarang (Zero Halinar
Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H,
Lahan Terbatas Tak Halangi Lapas Pekanbaru Produksi 800 Telur per Hari
Harapan dari Balik Jeruji: Pastor Nigel Burrows Layani Ibadah Warga Binaan Lapas Pekanbaru
MBG Sahabat Mulia Berhasil Merekrut Pekerja Warga Desa Wonosari Sebanyak 65 Persen Dari 35 karyawan Pekerja Data Per Kecamata
Dekat dan Terbuka, “Wak Tardi” Jadi Solusi Transparansi Hak Warga Binaan di Lapas Pekanbaru
Keluarga Besar Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Ucapkan Selamat kepada Rudy Fernando Sianturi sebagai Kakanwil Ditjenpas Riau
Bendera Merah Putih Setengah Tiang di Kantor Desa Lambou Darul Ihsan Jadi Sorotan Warga Mandailing Natal
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H,

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:28 WIB

Lahan Terbatas Tak Halangi Lapas Pekanbaru Produksi 800 Telur per Hari

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:24 WIB

Harapan dari Balik Jeruji: Pastor Nigel Burrows Layani Ibadah Warga Binaan Lapas Pekanbaru

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:11 WIB

MBG Sahabat Mulia Berhasil Merekrut Pekerja Warga Desa Wonosari Sebanyak 65 Persen Dari 35 karyawan Pekerja Data Per Kecamata

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:19 WIB

Dekat dan Terbuka, “Wak Tardi” Jadi Solusi Transparansi Hak Warga Binaan di Lapas Pekanbaru

Berita Terbaru