DPRD Kampar Tekankan Akuntabilitas Penganggaran 2026 dalam Forum Evaluasi Se-Riau

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU (RISATU.COM) – Mewakili unsur pimpinan daerah, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., bersama Plt. Inspektur Kabupaten Kampar Muhammad Irsyad, S.H., M.Hum., menghadiri Penyerahan Laporan Eksekutif Daerah Semester II Tahun 2025 di Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026).

Agenda ini sekaligus menjadi momentum Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 bagi seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Forum ini menjadi krusial bagi DPRD dalam memastikan setiap rupiah anggaran daerah di masa depan dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

Pengawasan BPKP dan Catatan Efisiensi

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau, Dr. Evenri Sihombing, memberikan catatan strategis mengenai akuntabilitas keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa perencanaan anggaran tahun 2026 harus terbebas dari pemborosan dan program-program yang tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPD GWI Riau Minta DPP Cabut Surat Edaran Nomor 023/DPP-GWI/VIII/2025, Bomen: Tidak Ada Aturan di atas Aturan, Kecuali Musyawarah Bersama

Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam arahannya menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk menjadikan laporan eksekutif ini sebagai rujukan utama dalam perbaikan sistem birokrasi.

Komitmen Transparansi Anggaran

Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan BPKP dan Pemerintah Provinsi.

“Evaluasi perencanaan dan penganggaran tahun 2026 ini sangat krusial. Kami berkomitmen agar program kerja yang disusun benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan standar akuntabilitas yang ketat,” ujar Misharti.

Dari sisi pengawasan internal, Plt. Inspektur Kampar Muhammad Irsyad memastikan bahwa rekomendasi BPKP akan ditindaklanjuti untuk mengoptimalkan fungsi kontrol di tingkat kabupaten. Hal ini sejalan dengan fungsi pengawasan DPRD dalam memastikan jalannya roda pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Baca Juga :  Pj Sekda Kampar: Pejabat Baru Harus Jadi Teladan dan Penggerak Visi Daerah

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis dokumen Laporan Eksekutif Daerah, yang akan menjadi bahan evaluasi bersama antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan APBD Kampar mendatang.

Berita Terkait

Pj Sekda Kampar: Pejabat Baru Harus Jadi Teladan dan Penggerak Visi Daerah
Anggota Komisi XIII DPR Maruli Siahaan mengatakan, masyarakat tidak mempunyai hak untuk meminta penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
DPR Sahkan KUHAP 2025, Kritik Publik soal Pengawasan Penyidikan oleh Polri Belum Terjawab.
Fraksi PKS DPRD Riau Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera
Ketua DPD GWI Riau Minta DPP Cabut Surat Edaran Nomor 023/DPP-GWI/VIII/2025, Bomen: Tidak Ada Aturan di atas Aturan, Kecuali Musyawarah Bersama
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 00:50 WIB

Pj Sekda Kampar: Pejabat Baru Harus Jadi Teladan dan Penggerak Visi Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:35 WIB

DPRD Kampar Tekankan Akuntabilitas Penganggaran 2026 dalam Forum Evaluasi Se-Riau

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:03 WIB

Anggota Komisi XIII DPR Maruli Siahaan mengatakan, masyarakat tidak mempunyai hak untuk meminta penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:30 WIB

DPR Sahkan KUHAP 2025, Kritik Publik soal Pengawasan Penyidikan oleh Polri Belum Terjawab.

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:52 WIB

Fraksi PKS DPRD Riau Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera

Berita Terbaru