WALHI NTT Kritik Kegagalan Negara Terkait Penyelundupan Komodo di Manggarai Timur

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG (RI-1) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melontarkan kritik keras terhadap pemerintah menyusul terbongkarnya jaringan perdagangan gelap komodo yang bersumber dari wilayah Manggarai Timur. WALHI menilai kejadian ini merupakan cermin kegagalan negara dalam melindungi satwa endemik di luar kawasan konservasi formal.

Direktur WALHI NTT, Yuvensius Stefanus Nonga, menyatakan bahwa Manggarai Timur kini menjadi “ladang perburuan” baru karena lemahnya pengawasan di wilayah yang tidak masuk dalam peta Taman Nasional Komodo (TNK).

Ketimpangan Ekonomi dan Kemiskinan Struktural

Menurut Yuvensius, praktik ilegal ini tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat lokal. Ia menyoroti adanya ketimpangan harga yang sangat mencolok dalam rantai perdagangan ini.

  • Harga Lokal: Komodo dibeli dari masyarakat dengan harga sangat rendah.

  • Pasar Internasional: Nilai jual melonjak hingga ratusan juta rupiah per ekor.

“Masyarakat lokal terdorong masuk ke ekonomi ilegal akibat kemiskinan struktural. Negara absen menghadirkan keadilan ekonomi, sehingga warga rentan tergiur praktik ini karena ketiadaan alternatif penghidupan,” ujar Yuvensius dalam siaran persnya, Senin (20/4).

Kritik Terhadap Konservasi Eksklusif

Baca Juga :  56 Pegawai Lapas Pekanbaru Naik Pangkat, Kalapas Yuniarto: Momentum Perkuat Integritas dan Profesionalisme!

WALHI NTT menilai pemerintah selama ini terlalu fokus pada pengembangan pariwisata premium di dalam kawasan TNK, namun mengabaikan habitat komodo yang tersebar di ruang hidup masyarakat luas.

Pengiriman satwa dengan cara tidak manusiawi—seperti dimasukkan ke dalam pipa sempit—dianggap sebagai bentuk kekerasan ekologis yang lahir dari lemahnya penegakan hukum. Yuvensius menegaskan bahwa keberhasilan komodo menembus jalur distribusi dari Manggarai Timur, ke Surabaya, hingga ke luar negeri menunjukkan adanya kegagalan sistem pengawasan struktural.

Baca Juga :  Resmikan Posyandu Pucuk Wangi di Kulim, Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Swadaya Masyarakat

Desakan WALHI NTT kepada Pemerintah

Menyikapi fenomena ini, WALHI NTT mendesak negara untuk segera melakukan langkah konkret:

  1. Perluasan Perlindungan: Menjamin perlindungan menyeluruh terhadap habitat komodo di luar kawasan konservasi formal.

  2. Penegakan Hukum: Mengejar aktor intelektual di balik jaringan perdagangan satwa, bukan hanya pelaku di tingkat tapak.

  3. Keadilan Ekonomi: Melibatkan masyarakat sebagai penjaga habitat dengan memberikan jaminan kesejahteraan agar tidak terjadi marginalisasi sosial.

“Konservasi tidak boleh hanya menjadi proyek elit. Selama ketimpangan ekonomi dibiarkan, perdagangan satwa dilindungi akan terus menemukan jalannya,” tutup Yuvensius.

Penulis : Rx

Editor : Red

Berita Terkait

Dalam upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Pimpin Apel Pagi Perdana, Kasubbag TU Lapas Pekanbaru Tekankan Profesionalisme Dalam Bekerja
Hangat dan Haru, PIPAS Lapas Pekanbaru Lepas Tiga Pengurus dalam Pertemuan Rutin Penuh Kebersamaan
Peringati HUT PIPAS ke-22 dan HBP ke-62, PIPAS Cabang Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Halal Bihalal dan Pertandingan Olahraga.
Wujudkan Zero Halinar, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Insidentil
Pelepasan Pejabat Lama Dan Perkenalan Pejabat Baru Lapas Narkotika Rumbai
Langkah Baru, Kenangan Abadi: Momen Haru Pelepasan dan Purna Bakti Pegawai Lapas Pekanbaru
NIAS SELATAN BAWA PULANG 1 MEDALI EMAS DAN 4 MEDALI PERAK DI KEJUARAAN KARATE OPEN CHAMPIONSHIP & FESTIVAL PIALA KADISPORA SUMUT 10-12 APRIL 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:40 WIB

WALHI NTT Kritik Kegagalan Negara Terkait Penyelundupan Komodo di Manggarai Timur

Senin, 20 April 2026 - 13:35 WIB

Dalam upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

Senin, 20 April 2026 - 09:28 WIB

Hangat dan Haru, PIPAS Lapas Pekanbaru Lepas Tiga Pengurus dalam Pertemuan Rutin Penuh Kebersamaan

Minggu, 19 April 2026 - 17:25 WIB

Peringati HUT PIPAS ke-22 dan HBP ke-62, PIPAS Cabang Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Halal Bihalal dan Pertandingan Olahraga.

Minggu, 19 April 2026 - 17:09 WIB

Wujudkan Zero Halinar, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Insidentil

Berita Terbaru