DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –   Risatu.com || Direktorat Jenderal PDJP UJI COBA PENDEKATAN KEPATUHAN KOLABORATIF ajak (DJP) resmi memulai uji coba pendekatan kepatuhan kolaboratif (Co-operative Compliance) bersama PT Pertamina (Persero). Melalui penerapan Tax Control Framework (TCF) dan integrasi data perpajakan, DJP mendorong penyelesaian potensi permasalahan perpajakan sejak awal guna memberikan kepastian hukum bagi Wajib Pajak. Peluncuran program tersebut berlangsung di Kantor Pusat DJP, Jakarta, pada Senin (13/7).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pengelola BUMN, PT Pertamina (Persero), serta jajaran pimpinan BUMN strategis. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kepatuhan perpajakan melalui kolaborasi dan penguatan tata kelola.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengatakan bahwa pendekatan Co-operative Compliance mengubah pola hubungan antara otoritas pajak dan Wajib Pajak. Menurutnya, pembahasan atas risiko perpajakan tidak lagi dilakukan setelah transaksi terjadi, melainkan sejak awal melalui komunikasi yang lebih terbuka dan didukung integrasi data.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina (Persero) atas komitmen dan keterbukaannya menjadi mitra pertama dalam uji coba ini. Dengan dukungan Tax Control Framework dan integrasi data, risiko perpajakan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga memberikan kepastian hukum, menekan biaya kepatuhan, dan meminimalkan potensi sengketa,” ujar Bimo.

Baca Juga :  12 Hari Pasca-Kematian Karyawan di Lift RS Prima, Manajemen Arahkan Konfirmasi ke Polisi

Setelah melalui masa persiapan dan pembahasan yang cukup panjang, PT Pertamina (Persero) ditetapkan sebagai mitra pertama dalam pelaksanaan uji coba Co-operative Compliance untuk Masa Pajak Januari hingga Desember 2026 yang mencakup PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26. Selama periode tersebut, Pertamina melakukan self-assessment TCF, bersama DJP melakukan pembahasan compliance arrangement serta melakukan evaluasi bersama sebagai dasar penyempurnaan program.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Mega Satria, menyatakan bahwa kepercayaan sebagai mitra pertama merupakan bagian dari transformasi tata kelola perusahaan. Menurutnya, penerapan TCF dan integrasi data tidak hanya memperkuat kepatuhan perpajakan, tetapi juga mendukung transparansi dan pengelolaan risiko yang lebih baik.

Baca Juga :  RUTAN KELAS I LABUHAN DELI MELAKSANAKAN KEGIATAN TEMU KASIH PEMURIDAN.

Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari Kementerian ESDM dan Badan Pengelola BUMN. Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Komjen Pol. Yudhiawan, menilai penerapan TCF dan integrasi data merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola di sektor energi. Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa praktik ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan dapat direplikasi oleh BUMN lainnya.

Pengembangan Co-operative Compliance mengacu pada praktik yang telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Belanda, Malaysia, Singapura, dan Australia. Ke depan, DJP berencana memperluas uji coba kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai bagian dari persiapan implementasi secara lebih luas.

“Kami berharap pendekatan ini menjadi fondasi bagi sistem kepatuhan perpajakan yang lebih modern, transparan, dan berbasis kepercayaan. Kolaborasi yang semakin erat antara DJP dan Wajib Pajak diharapkan mampu memperkuat kepatuhan sukarela sekaligus mendukung penerimaan negara secara berkelanjutan,” tutup Bimo.

(Kaperwil/Zairul Mz)

Berita Terkait

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD
Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Rutan Kelas I Labuhan Deli Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa dan Penyematan Tanda Kepramukaan bagi Warga Binaan
PEMERINTAHAN DESA HILIGEHO MEMBERIKAN APRESIASI KEPADA SISWA/SISWI YANG BERPRESTASI DARI TINGKAT SD SAMPAI TINGKAT SMA/SMK KHUSUS WARGA DESA HILIGEHO
Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, memberikan penguatan dan arahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Kamis (16/7). 
Pemuda Muda Memiliki Bakat M.Alif Kepala SPPG Sahabat Mulia Yang Membawa Nama Baik Bagi SPPG Kab Bengkalis”, Meraih Sertifikat Pengelolaan Limbah Dari BGN Pusat.
Partai Loyalis HM Soeharto, Parsindo Konsolidasi Pemutakhiran Data KPU Menuju Pemilu 2029
Dalam upaya memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan serta meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan.
PERKUAT DETEKSI DINI GANGGUAN KAMTIB, LAPAS BANGKINANG GELAR RAZIA BERSAMA SATOPSPATNAL DAN TNI-POLRI
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:41 WIB

Penuh Keakraban, Kapolres Langkat Bersilaturahmi dengan Ketua DPRD

Senin, 20 Juli 2026 - 17:20 WIB

DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis

Senin, 20 Juli 2026 - 10:30 WIB

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Rutan Kelas I Labuhan Deli Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa dan Penyematan Tanda Kepramukaan bagi Warga Binaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

PEMERINTAHAN DESA HILIGEHO MEMBERIKAN APRESIASI KEPADA SISWA/SISWI YANG BERPRESTASI DARI TINGKAT SD SAMPAI TINGKAT SMA/SMK KHUSUS WARGA DESA HILIGEHO

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:14 WIB

Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, memberikan penguatan dan arahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Kamis (16/7). 

Berita Terbaru