RISATU.com | PEKANBARU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan dan menetapkan status siaga banjir apabila potensi bencana mulai muncul. Peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu terakhir dinilai menjadi indikator penting untuk kesiapsiagaan daerah.
Kepala BPBD dan Damkar Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya banjir. Namun, tren curah hujan yang terus meningkat membuat potensi banjir dan longsor perlu diwaspadai sejak dini.
“Saat ini curah hujan di Provinsi Riau sudah mulai meningkat. Karena itu kami minta pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor,” katanya, Jumat.
Ia menambahkan, daerah yang memiliki potensi banjir atau sudah mengalami kejadian serupa diminta segera menetapkan status siaga darurat banjir sebagai langkah antisipasi dan percepatan penanganan.
“Kami mendorong kabupaten/kota yang punya potensi segera menetapkan status. Kalau kabupaten/kota sudah menetapkan, provinsi juga akan segera menetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sempat terjadi di beberapa wilayah Riau telah berhasil dipadamkan. Saat ini tidak ada titik api terpantau di provinsi tersebut.
Adapun status siaga darurat Karhutla Provinsi Riau akan berakhir pada 30 November mendatang. Edy berharap kondisi tetap terkendali hingga masa siaga selesai.
“Mudah-mudahan Karhutla di Riau terus terkendali, apalagi intensitas hujan sudah meningkat,” harapnya. (Red)









