Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat, Judi Gelper Diduga Beroperasi Dekat Polsek Koto Gasib

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RI-1, SIAK |– Maraknya dugaan praktik perjudian berkedok gelanggang permainan (Gelper) jenis tembak ikan di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau kembali jadi sorotan publik. Pasalnya, lokasi yang diduga kuat menjadi arena judi itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Koto Gasib.

Berdasarkan penelusuran lapangan pada Kamis (16/10/2025), menunjukan arena Gelper itu berada di Jalan Buatan simpang Astra, tepat di belakang sebuah pangkas rambut yang disebut-sebut milik seseorang berinisial JS. Aktivitas di lokasi tersebut berlangsung hingga larut malam dan terbuka untuk umum, menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku sebagai warga setempat mengungkapkan bahwa tempat judi gelper tersebut tetap beroperasi tanpa sentuhan dari pihak kepolisan dan tidak pernah ditutup.

“Setiap malam pasti ramai. Banyak yang datang main ke situ. Warga disini sudah resah sekali, bahkan ada salah seorang istri yang hampir pisah gara-gara suami habiskan uang untuk main game itu,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan pada, Kamis (16/10/25).

Baca Juga :  Personel Satbrimob Polda Sumut Raih Medali Perunggu di PON Cabang Beladiri Judo

Menurut warga lainnya, keberadaan Gelper itu telah menimbulkan dampak sosial serius. Tak sedikit keluarga yang mengalami pertengkaran akibat penghasilan habis untuk berjudi.

“Sudah banyak yang ribut gara-gara uang belanja dipakai main judi. Padahal seharusnya untuk kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.

Masyarakat mempertanyakan kinerja aparat kepolisian, karena meski lokasinya begitu dekat dengan kantor polisi, aktivitas perjudian tetap berjalan tanpa hambatan.

“Aneh, dekat sekali dengan kantor polisi, tapi tidak ada tindakan. Jangan sampai muncul anggapan ada pembiaran atau bahkan beking di balik ini,” tegas warga lainnya.

Praktik Gelper yang mengandung unsur perjudian jelas bertentangan dengan hukum. Pasal 303 KUHP menegaskan, setiap orang yang menyelenggarakan atau memfasilitasi perjudian dapat diancam pidana penjara hingga 10 tahun atau denda maksimal Rp25 juta. Sementara pemainnya terancam pidana penjara hingga 4 tahun atau denda maksimal Rp10 juta.

Baca Juga :  Akses Darat Terputus, Polda Sumut Kirim Bantuan Melalui Helikopter ke Daerah Terisolir Tapteng

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya juga telah berulang kali menekankan agar seluruh jajaran kepolisian tidak memberi ruang bagi praktik perjudian, baik online maupun konvensional. Kapolri menegaskan, setiap Kapolda hingga Kapolsek wajib bertanggung jawab dalam menindak tegas segala bentuk perjudian di wilayah hukumnya.

Namun, saat dikonfirmasi, Ipda Rian Kanit Reskrim (Kepala Unit Reserse Kriminal) Polsek Koto Gasib melalui pesan WhatsApp pada, Senin (20/10/25) memilih bungkam hingga berita ini diterbitkan. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan guna memperoleh tanggapan lebih lanjut dari kepolisian atas keberadaan Gelper tersebut.

Keadaan ini pun semakin meruncing dan mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban dan keamanan diwilayah koto Gasib khususnya dan kabupaten Siak pada umumnya.

Masyarakat berharap aparat segera menindak tegas praktik perjudian yang meresahkan ini, agar tidak menimbulkan kesan pembiaran terhadap kepolisian. (*/Tim)

Berita Terkait

Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
Kalapas Narkotika Rumbai Perkuat Sinergi dengan BNN Kota Pekanbaru
Dengar Keluhan Warga, Kapolsek Hinai Tinjau Jembatan Rusak di Batu Melenggang
Kapolres Binjai Berikan Penghargaan Dan Apresiasi Terhadap Personel Yang Berprestasi
Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Orang Pria Saat Edarkan Narkoba Di Binjai Barat
19 Motor Knalpot Brong Diamankan di Medan, Satlantas Polrestabes Medan Temukan Pelanggar Bonceng Tiga
Ungkap Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, 4 Wartawan di Keroyok, Mobil Dirusak dan Dikatakan Bukan Wartawan, “Korban Malah Jadi Tersangka
Tim Investigasi Media Bantah Tuduhan Pemerasan dalam Peristiwa di SPBU Sijunjung
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:46 WIB

Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan

Selasa, 1 September 2026 - 09:43 WIB

Kalapas Narkotika Rumbai Perkuat Sinergi dengan BNN Kota Pekanbaru

Selasa, 1 September 2026 - 00:09 WIB

Dengar Keluhan Warga, Kapolsek Hinai Tinjau Jembatan Rusak di Batu Melenggang

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Orang Pria Saat Edarkan Narkoba Di Binjai Barat

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:47 WIB

19 Motor Knalpot Brong Diamankan di Medan, Satlantas Polrestabes Medan Temukan Pelanggar Bonceng Tiga

Berita Terbaru