PEKANBARU (RI-1) – Perubahan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya aspal yang terbentang, tapi dari seberapa cepat pelayanan sampai ke pintu rumah warga. Itulah yang kini tengah diupayakan oleh duet kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Dalam setahun terakhir, Pekanbaru bukan sekadar bersolek secara fisik, melainkan melakukan perombakan tata kelola secara menyeluruh.
Mendekatkan Layanan ke Pintu Rumah
Filosofi “pelayanan yang mendekat” diwujudkan melalui kehadiran Mobil AMAN. Warga kini tak perlu lagi antre panjang di kantor dinas untuk urusan administrasi kependudukan; layanan tersebut kini menjemput bola. Hal ini diperkuat dengan peluncuran Layanan 112 melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), sebuah kanal pengaduan darurat yang menjamin kehadiran negara saat warga merasa terancam atau butuh bantuan mendesak.
Pendidikan: Memutus Rantai Keputusasaan
Salah satu pencapaian yang paling menyentuh adalah program Zero Putus Sekolah. Di balik angka 757 anak yang kembali bersekolah, ada harapan yang tersambung kembali. Pemko tidak hanya memberikan seragam atau perlengkapan, tapi juga mengintervensi persoalan ijazah yang tertahan selama bertahun-tahun. Dengan visi wajib belajar 13 tahun, kehadiran 1 PAUD di setiap kelurahan menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas dari Kota Bertuah.
Ekonomi Kerakyatan: Dari RW hingga Koperasi
Keberpihakan pada ekonomi arus bawah terlihat dari dua langkah besar:
-
Program Rp 100 Juta per RW: Memberikan otoritas kepada masyarakat tingkat bawah untuk menentukan sendiri pembangunan yang paling dibutuhkan di lingkungannya.
-
Koperasi Merah Putih: Pembentukan 83 koperasi berbadan hukum di setiap kelurahan sebagai mesin penggerak UMKM dan benteng pertahanan ekonomi warga dari jeratan pinjaman ilegal.
Kota yang Bernapas dan Berkelanjutan
Pekanbaru kini dipersiapkan menjadi Green City. Penanaman 15 ribu pohon dan proyek Waste to Energy (pengolahan sampah menjadi energi) menunjukkan bahwa Agung-Markarius tidak hanya berpikir untuk hari ini, tapi juga untuk puluhan tahun ke depan. Di tengah perbaikan 42 km jalan yang melampaui target, pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat melalui Bazaar Pangan Murah yang tersebar di 50 lokasi.
Solidaritas Tanpa Batas
Kepemimpinan Agung juga mencatatkan sisi kemanusiaan yang tinggi. Meski tengah sibuk membangun daerah sendiri, Pekanbaru tetap menunjukkan solidaritasnya dengan mengirimkan bantuan tunai dan logistik total senilai Rp 4,5 miliar untuk saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Warisan Bersih dan Investasi Cepat
Keberhasilan melunasi utang masa lalu sebesar Rp 467 miliar adalah bukti integritas pengelolaan keuangan. Tanpa beban utang, Pekanbaru kini leluasa mengakselerasi program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung oleh 27 dapur umum siap saji.
Pekanbaru hari ini adalah kota yang sedang bergerak dinamis—sebuah kota yang membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang berorientasi pada bukti, kemajuan bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. (*/Adv)








