BENGKALIS (RISATU.COM) — Menyambut peringatan Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis Tahun 2026, Bupati Bengkalis Kasmarni menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Jadi ke-514 Bengkalis Tahun 2026.
Melalui edaran tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak berpartisipasi aktif memeriahkan hari jadi daerah dengan mengusung tema “Semangat Kebersamaan Mewujudkan Bengkalis Bermarwah dan Gemilang” serta tagline “Bersatu Membangun Negeri”.
Surat edaran yang ditetapkan pada 13 Juli 2026 ini ditujukan kepada berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, pemerintah kecamatan, desa/kelurahan, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga para pelaku usaha di Kabupaten Bengkalis.
Sebagai bentuk partisipasi bersama, Bupati Kasmarni mengimbau seluruh instansi pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat untuk memasang baliho, spanduk, logo resmi, dan umbul-umbul di lingkungan masing-masing mulai 18 hingga 31 Juli 2026.
Selain itu, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Non-ASN, tenaga alih daya (outsourcing), hingga karyawan BUMN/BUMD dan perusahaan swasta diimbau mengenakan pakaian Melayu Riau lengkap pada 24–31 Juli 2026. Ketentuan ini dikecualikan bagi pegawai yang karena sifat pekerjaannya harus mengenakan seragam atau pakaian khusus. Langkah ini diharapkan kian memperkuat kecintaan terhadap identitas budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga mendorong masyarakat untuk berinisiatif menggelar berbagai kegiatan kreatif secara mandiri sesuai potensi daerah masing-masing.
Guna menumbuhkan semangat kebersihan dan kepedulian lingkungan, seluruh instansi, sekolah, dan pemukiman warga diimbau melaksanakan kerja bakti serta gotong royong secara serentak pada 16 hingga 23 Juli 2026.
Bupati juga menugaskan para camat, lurah, dan kepala desa untuk mengoordinasikan serta memantau seluruh rangkaian kegiatan tersebut agar kemeriahan hari jadi dapat dirasakan secara merata hingga ke tingkat tapak. (Apoan/Inf)









