Bagansiapiapi, -( RI-1)
Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemeliharaan jalan dan jembatan serta pembelian alat berat yang sudah di sepakati pihak Legeslatif (DPRD) Rohil dengan Eksekutif melalui dinas PUPR Rohil tahun 2025 jadi sorotan pihak legeslatif (DPRD) saat rapat LKPD di kantor DPRD Rohil senin 8/06/2026.
Sorotan dalam rapat LKPD anggota DPRD Rohil Darwis Syam mempertayakan terkait realisasi pembentukan UPT dan pembelian alat berat yang sudah sepakati tahun 2025 dan kondisi ruas jalan semakin parah tidak ada jawaban akibat ke tidak hadiran pihak PUPR dalam rapat tersebut.
Ditemui awak media kamis (11/06/2026) Sekretaris PUPR Redison mengatakan Kesepakatan pembentukan UPT dalam proses dan sudah berkordinasi bagian hukum terkait pemenuhan dokumen naskah akademiknya untuk pembentukan pelaksana teknis pemeliharaan jalan dan jembatan sebayak 4 wilayah.
“UPT itu nantinya terbentuk bukan hanya sekedar kantor aja wujud dan kegiatan terbentuknya UPT ini bisa mejangkau lebih dekat untuk perbaikan jalan dan jembatan serta di dukung sarana prasaran alat di setiap UP T nantinya.” Ujar redison.
Menurut redison setiap satu UPT minimal memiliki satu set peralatan seperti bomag, grader dan backhoe loader serta truk pengangkut material ini untuk penujang kegiatan jalan.jadi dengan kondisi keuangan saat ini PUPR mulai cicil satu set untuk satu UPT yang sudah kita masukan belanja modal tahun ini.
Adapun kondisi ruas jalan rusak ringan serta rusak berat di beberapa titik yang ada di rohil tanggung jawab kabupaten Dinas PUPR sudah berupaya untuk mengatasi kondisi jalan di berbagai titik denga peralatan berat yang minim dan sudah di makan usia..sementara untuk 2 alat berat baru yang terpakir di depan halaman kantor ini tidak dapat di pergunakan oleh PUPR di karnakan pembelian alat berat tersebut belum ada pembayaran.(sm/ss)









