Lahan Terbatas Tak Halangi Lapas Pekanbaru Produksi 800 Telur per Hari

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pekanbaru –( RI-1 )Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program unggulan yang saat ini menunjukkan hasil signifikan adalah pengembangan peternakan ayam petelur yang mampu memproduksi hingga 800 butir telur setiap harinya, Kamis (11/06).

 

Program ini menjadi wujud kontribusi nyata Lapas Pekanbaru dalam mendukung swasembada pangan, sekaligus sebagai sarana pembekalan keterampilan praktis bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, WBP tidak hanya dilatih secara teknis dalam bidang peternakan, tetapi juga dibentuk mental kemandiriannya sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa keberhasilan produksi telur ayam ini merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Lapas Pekanbaru Resmi Buka Porsenap 2026, Ajang Sportivitas dan Kreativitas Warga Binaan

 

“Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan strategis dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Produksi telur ayam ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan mampu memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto.

 

Lebih lanjut, Yuniarto menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembinaan yang menyentuh aspek perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas warga binaan.

 

“Dengan memanfaatkan lahan terbatas, kami mengoptimalkan penggunaan teknologi sederhana seperti kandang modern untuk meningkatkan efisiensi. Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah bebas dan mampu berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan,” tambahnya.

 

Salah satu warga binaan yang terlibat langsung dalam program ini, Baner, mengaku mendapatkan pengalaman dan manfaat yang besar dari kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Plh. Kalapas Pekanbaru Awali Tugas dengan Apel Perdana dan Peninjauan Dapur Sehat

 

“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan keterampilan, kegiatan ini juga memotivasi saya untuk berubah menjadi lebih baik dan siap menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti,” ungkap Baner.

 

Program peternakan ayam petelur ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu unit pembinaan unggulan di Lapas Pekanbaru. Ke depan, hasil produksi tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat sekitar.

 

Melalui berbagai program pembinaan yang produktif dan inovatif, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan yang berdampak nyata bagi warga binaan dan masyarakat luas.

Berita Terkait

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang amantertib, dan bersih dari peredaran barang-barang terlarang (Zero Halinar
Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H,
Harapan dari Balik Jeruji: Pastor Nigel Burrows Layani Ibadah Warga Binaan Lapas Pekanbaru
MBG Sahabat Mulia Berhasil Merekrut Pekerja Warga Desa Wonosari Sebanyak 65 Persen Dari 35 karyawan Pekerja Data Per Kecamata
Dekat dan Terbuka, “Wak Tardi” Jadi Solusi Transparansi Hak Warga Binaan di Lapas Pekanbaru
Keluarga Besar Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Ucapkan Selamat kepada Rudy Fernando Sianturi sebagai Kakanwil Ditjenpas Riau
Bendera Merah Putih Setengah Tiang di Kantor Desa Lambou Darul Ihsan Jadi Sorotan Warga Mandailing Natal
Humas sebagai Instrumen Governance, Lapas Pekanbaru Ikuti Penguatan Strategi Komunikasi Pemasyarakatan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H,

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:28 WIB

Lahan Terbatas Tak Halangi Lapas Pekanbaru Produksi 800 Telur per Hari

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:24 WIB

Harapan dari Balik Jeruji: Pastor Nigel Burrows Layani Ibadah Warga Binaan Lapas Pekanbaru

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:11 WIB

MBG Sahabat Mulia Berhasil Merekrut Pekerja Warga Desa Wonosari Sebanyak 65 Persen Dari 35 karyawan Pekerja Data Per Kecamata

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:19 WIB

Dekat dan Terbuka, “Wak Tardi” Jadi Solusi Transparansi Hak Warga Binaan di Lapas Pekanbaru

Berita Terbaru