PEKANBARU, RIAU-RI Satu,com. – Ketua Aliansi mahasiswa Reformasi dan transparansi ( AMERTA) Riau Edi Bll. sorotin pihak SD Al – Ittihad Pekanbaru, terkait informasi dari masyarakat dan yang beredar di media online.
Terkait dugaan pungutan biaya fantastis mencapai sekitar Rp 5,6 juta lebih kepada siswa dengan alasan pihak sekolah melalui tenaga guru pengajar Program Global Learning Experience ( GLE) sebagai pengembangan kompetensi siswa dalam mengenal, berkolaborasi dan berkompetisi secara Global.
Ketua Amerta Edi Bll dalam konferensi pers nya baru – baru ini menyampaikan
“∆Kami minta pemerintah melalui dinas pendidikan kota Pekanbaru segera mengambil tindakan tegas dengan membeklis dana sekolah dasar (SD) Al-Ittihad milik Yayasan Kesatuan Pendidikan Islam (YKPI) Al-Ittihad Pekanbaru dari penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Operasional Pendidikan Kesetaraan (BOPK) dan dana bantuan revitalisasi, berdasarkan surat edaran kepala dinas pendidikan pada tanggal 22 April 2025 dengan nomor :400 3/Disdik. Sekretaris. 1/1505/2025.” Tegasnya
Edi Bll menilai kasek SD Al – Ittihad tidak mengindahkan surat edaran yang di keluarkan oleh pemerintah Dinas pendidikan melalui mantan Kadis pendidikan kota Pekanbaru H. Abdullah Jamal,M.Pd. Pada tanggal 22 April ” aungkap nya, 20 November 2025.

Edi Bll 0 menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Disdik kota Pekanbaru, yang beralamat di Jl H. Syamsul Bahri no.8, Kel Sungai Sibam, Kec Payung Sekaki, dengan jumlah masa yang lebih banyak.
Guna mendesak pihak pemerintah kota Pekanbaru melalui Kadisdik kota Pekanbaru Riau untuk segera memberhentikan penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Operasional Pendidikan Kesetaraan (BOPK) dan dana bantuan revitalisasi, dan segera memanggil kepala sekolah tersebut Indra Ferdian, S.Pd.

Kemudian media ini mendatangi sekolah SD Al – Ittihad Milik yayasan kesatuan pendidikan Islam ( YKPI) Pekanbaru,namun mendapat hambatan dari sekurity. “Tidak bisa Pak. Bapak harus membuat janji terlebih dahulu jika mau bertemu dengan pihak sekolah” Kata Sekurity, inisial
Od, Jumat 21 November 2025 guna konfirmasi,
Awak media mencoba melakukan konfirmasi terhadap Disdik kota Pekanbaru melalui PLT Kadisdik Masyukur Tarmizi, belum ada tanggapan saat di hubungi melalui seluler via WhatsApp +62 821-739***** hingga berita ini di terbitkan.
Menurut hasil investigasi media ini, bahwa ternyata biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) di sekolah SDIT Al-Ittihad Pekanbaru Rp.1.500.000,00.- (Satu juta lima ratus ribu rupaih) lebih per-siswa setiap bulannya. Jumlah nilai ini sangat mencekik masyarakat.

Kemudian informasi yang mengejutkan dari salah satu narasumber egak mau menyebutkan namanya juga menyampaikan kepada awak media ini bahwa
“Tarif biaya SPP per-bulan di SDIT Al-Ittahad Rp.1,5 juta lebih perbulan”. Ujar para wali murid di halaman parkiran sekolah.” Ujarnya*** ( Eris. BW)









