Bersinergi dengan Densus 88, Eks-JI Pilih Tinggalkan Ekstremisme dan Peluk NKRI

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN |  — Sebuah momentum bersejarah berlangsung di Hotel Emerald Garden Medan pada Sabtu (30/8). Para mantan pimpinan dan anggota Jemaah Islamiyah (JI) resmi mendeklarasikan pembubaran organisasinya sekaligus meneguhkan ikrar kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara bertajuk “Transformasi Ideologi Jemaah Islamiyah: Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, hingga akademisi.

Turut hadir Kakanwil Kemenag Sumut H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM, Sekretaris MUI Sumut Prof. Dr. Asmuni, M.A., perwakilan Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Bais, Kabinda Sumut, Baznas Sumut, hingga Kaban Kesbangpol Kota Medan.

Sementara itu, narasumber yang hadir di antaranya Para Wijayanto, Nasir Abbas, Wiji Joko Santoso, Joko Priyono, Budi Tri Karyanto, Muh Choirul Anam, dan Askary Shinghotulhaq.

Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Polri Sumut, Kombes Pol Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H, menyebut kegiatan ini sebagai simbol rekonsiliasi dan persaudaraan.
“Acara ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi lebih kepada bagaimana kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik dan harmonis. Perubahan selalu mungkin, bahkan kini kita menyaksikan saudara-saudara kita yang pernah berjalan di jalan berbeda, telah kembali, bertobat, dan bertekad kuat membangun bangsa,” ujarnya.

Baca Juga :  Polsek Tanjung Morawa Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan di Desa Dagang Kerawan

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga Indonesia dari ancaman ideologi ekstrem, intoleransi, dan paham yang memecah belah. “Transformasi ideologi bukan sekadar konsep, tetapi sebuah proses panjang yang hanya bisa berhasil jika didukung aparat, pemerintah, ulama, akademisi, dan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ust. Para Wijayanto mewakili eks-JI membacakan Deklarasi Pembubaran Jemaah Islamiyah, yang memuat enam poin penting:
1. Membubarkan Al-Jamaah Al-Islamiyah dan kembali ke pangkuan NKRI.
2. Menjamin kurikulum dan materi ajar bebas dari paham ekstremisme, berlandaskan Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
3. Membentuk tim pengkajian kurikulum agar pesantren afiliasi JI sejalan dengan standar Islam moderat.
4. Siap berkontribusi aktif mengisi kemerdekaan Indonesia.
5. Siap mematuhi hukum yang berlaku di NKRI.
6. Segala kesepakatan dibicarakan melalui negara bersama Densus 88 Anti Teror Polri.

Baca Juga :  UNDER COVER PETUGAS MEMBUAHKAN HASIL

Dalam tausiyahnya, Para Wijayanto mengutip Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 143) tentang pentingnya menjadi ummatan wasathan — umat pertengahan. “Jalan wasathiyah adalah menjaga aqidah, menegakkan ibadah, sekaligus menebar rahmat dan kedamaian. Inilah jalan Islam yang sesungguhnya, rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari fitrah manusia sekaligus ajaran Rasulullah SAW. “Tidak ada jalan yang lebih mulia bagi seorang muslim selain kembali ke jalan wasathiyah — jalan lurus penuh rahmat dan kasih sayang,” ucapnya penuh haru.

Acara ini ditutup dengan ajakan bersama untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan memperkuat persaudaraan. Para mantan pimpinan JI yang kini kembali ke NKRI diharapkan menjadi teladan bahwa perubahan selalu mungkin, dan bahwa Indonesia adalah rumah besar yang harus dijaga bersama.
(Red/Lissa)

Berita Terkait

Kapolres Langkat Pimpin Peletakan Batu Pertama Sumur Bor untuk Warga Tanjung Putus
Polantas Menyapa: Bukan Sekadar Servis Gratis untuk Komunitas Ojol, Ini Bentuk Kasih dan Kepedulian Polri bagi Para Pencari Nafkah
Hingga hari ini 1.878 Paket Bansos dan Air Bersih Disalurkan Polda Riau Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 
Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Yang Menyimpan Sabu di Pantai labu
Polda Riau Salurkan 1.198 Paket Bansos dan Hadirkan Berbagai Program Sosial untuk Masyarakat
Rakernis Humas Polda Sumut, Penguatan Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Simalungun Gelar Bedah Rumah: Nenek 76 Tahun Sambut Harapan Baru
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan Bagikan 1.500 Paket Sembako
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:10 WIB

Kapolres Langkat Pimpin Peletakan Batu Pertama Sumur Bor untuk Warga Tanjung Putus

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polantas Menyapa: Bukan Sekadar Servis Gratis untuk Komunitas Ojol, Ini Bentuk Kasih dan Kepedulian Polri bagi Para Pencari Nafkah

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:24 WIB

Hingga hari ini 1.878 Paket Bansos dan Air Bersih Disalurkan Polda Riau Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:08 WIB

Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Yang Menyimpan Sabu di Pantai labu

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:13 WIB

Polda Riau Salurkan 1.198 Paket Bansos dan Hadirkan Berbagai Program Sosial untuk Masyarakat

Berita Terbaru