Pemprov Riau Pacu Inklusi Keuangan Lewat Rapat Pleno TPAKD 2025

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIsatu.com | PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan evaluasi perkembangan program inklusi keuangan sepanjang 2025 serta menyusun strategi percepatan akses keuangan untuk tahun berikutnya. Agenda tersebut dibahas dalam Rapat Pleno ke-2 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Riau, yang berlangsung di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Rabu (26/11/2025).

 

Rapat pleno ini menjadi wadah strategis untuk meninjau capaian program 2025 dan merumuskan arah kebijakan TPAKD tahun 2026, khususnya terkait upaya perluasan akses keuangan yang inklusif dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Asisten II Setdaprov Riau Helmi D menegaskan bahwa peran TPAKD sangat penting dalam mendukung prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD. Ia menekankan bahwa ekonomi kerakyatan, transformasi digital, serta pemberdayaan UMKM menjadi fokus utama pemerintah daerah.

 

“Kami menempatkan ekonomi kerakyatan, transformasi digital, dan pemberdayaan UMKM sebagai prioritas. Akses keuangan yang luas, aman, dan terjaga adalah penggerak paling penting untuk mencapai hal tersebut,” ujar Helmi.

Baca Juga :  Tegaskan SOP dan Kedisiplinan, Plh. Kalapas Pekanbaru Pimpin Apel Pagi

 

Helmi menyampaikan bahwa UMKM akan sulit berkembang tanpa dukungan layanan keuangan yang maksimal. Karena itu, program TPAKD harus terintegrasi dengan agenda penurunan kemiskinan, peningkatan inklusi keuangan, serta penguatan sektor UMKM.

 

Ia menekankan agar setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Helmi menyoroti program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang dinilainya harus disertai edukasi dan pendampingan, bukan hanya bersifat administratif.

 

“Program KEJAR harus disertai dengan edukasi dan pendampingan, sehingga tidak hanya administratif tetapi juga berdampak,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga OJK Riau Elvira Azwan mengatakan bahwa rapat pleno menjadi momen penting untuk mengevaluasi capaian program sepanjang 2025. Hasil evaluasi tersebut, menurutnya, akan menjadi dasar penyusunan program yang lebih inovatif dan tepat sasaran pada 2026.

Baca Juga :  Binjai- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai melaksanakan kegiatan pemeriksaan kerapian pakaian dinas dan kelengkapan atribut.

 

Elvira juga mengungkapkan masih adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Riau. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi agar akses keuangan mampu benar-benar meningkatkan kesejahteraan.

 

“Inklusi keuangan bukan hanya seberapa banyak masyarakat memiliki rekening atau akses digital, tetapi bagaimana akses tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

 

Selain itu, Elvira menegaskan pentingnya memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tepat sasaran, sehingga memberi dampak langsung kepada pelaku usaha. Melalui rapat pleno ini, Pemprov Riau dan OJK memastikan setiap program memiliki timeline, target, dan penanggung jawab yang jelas.

 

Hasil evaluasi dan penyusunan langkah strategis ke depan diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong perekonomian Riau menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.  (Team)

Berita Terkait

Bupati Rohil H.Bistamam Adanya Efesiensi Anggaran Belum Bisa Jawab,Namun Kita Berupaya Semaksimal Untuk Renovasi Stadion ini 
Puskesmas Umban Sari Gelar Apel Rutin Senin Pagi
Lapas Narkotika Rumbai Gelar Assessment ODHA dan NAPZA bagi Warga Binaan
Rutan Kelas I Labuhan Deli melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi warga binaan yang bertempat di Ruang Moralitas Lt.2
Satukan Langkah Perangi Narkoba Bersama, Kalapas Pekanbaru Hadiri Apel Kesiapsiagaan Satgas Anti Narkoba Kota Pekanbaru
Pembinaan Kemandirian Lewat Budidaya Lele Di Lapas Narkotika Rumbai
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang amantertib, dan bersih dari peredaran barang-barang terlarang (Zero Halinar
Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H,
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:39 WIB

Bupati Rohil H.Bistamam Adanya Efesiensi Anggaran Belum Bisa Jawab,Namun Kita Berupaya Semaksimal Untuk Renovasi Stadion ini 

Senin, 15 Juni 2026 - 19:07 WIB

Puskesmas Umban Sari Gelar Apel Rutin Senin Pagi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:55 WIB

Rutan Kelas I Labuhan Deli melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi warga binaan yang bertempat di Ruang Moralitas Lt.2

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:42 WIB

Satukan Langkah Perangi Narkoba Bersama, Kalapas Pekanbaru Hadiri Apel Kesiapsiagaan Satgas Anti Narkoba Kota Pekanbaru

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Pembinaan Kemandirian Lewat Budidaya Lele Di Lapas Narkotika Rumbai

Berita Terbaru

Foto: Puskesmas Umban Sari Gelar Apel Rutin Senin Pagi (15/06/2026).

Pekanbaru

Puskesmas Umban Sari Gelar Apel Rutin Senin Pagi

Senin, 15 Jun 2026 - 19:07 WIB