Selang panjang – ( RI-1)
Selamat Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.
Bagi masyarakat di daerah pesisir seperti Kabupaten Kepulauan Meranti, makna kemajuan dan otonomi daerah sesungguhnya sederhana.
Bukan tentang gedung yang tinggi. Bukan pula sekadar angka-angka pembangunan.
Mereka hanya ingin jalan yang layak dilewati, jembatan yang menghubungkan antarpulau agar biaya logistik tidak semakin mahal, serta pelayanan publik yang hadir tanpa membedakan mereka yang tinggal di daratan dan mereka yang hidup di pulau-pulau.
Namun, di balik perayaan 69 tahun Riau, masih ada ironi yang terasa begitu dekat. Hari ini, dua jembatan vital di Kepulauan Meranti masih terbengkalai dan belum juga diperbaiki.
Padahal, bagi masyarakat kepulauan, jembatan bukan sekadar beton dan besi.
Di sanalah roda ekonomi bergerak. Di sanalah hasil kebun, hasil laut dan kebutuhan pokok masyarakat melintas. Jembatan menjadi penghubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, antara rumah dengan sekolah, antara masyarakat dengan pelayanan kesehatan, dan antara aktivitas ekonomi dengan harapan kehidupan yang lebih baik.
Ketika jembatan terbengkalai, yang ikut tersendat bukan hanya perjalanan.
Ekonomi ikut menanggung beban. Biaya logistik meningkat. Akses masyarakat semakin sulit.
Sebab bagi masyarakat Kepulauan Meranti, pemerataan pembangunan bukan sekadar kalimat dalam pidato.
Pemerataan adalah ketika mereka bisa melewati jalan dengan aman, menyeberangi jembatan dengan layak, dan mendapatkan pelayanan negara tanpa merasa berada di halaman belakang. (Hertino)









