Bagansiapiapi, – ( RI-1) Jumat (11/09/2026) – Aparat kepolisian dipimpin Kompol Tohar, Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Mabes Polri mengagalkan upaya peyeludupan narkotika melalui jalur laut diseputaran Pulau Halang, kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, dalam sebuah operasi pada Kamis (10/9) yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berasal dari Malaysia.
Informasi awal menyebutkan, petugas melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pengiriman barang terlarang tersebut. Dalam situasi pengejaran di laut, pelaku disebut sempat melakukan upaya melarikan diri dengan melompat ke laut.

Meski demikian, aparat berhasil mengamankan barang bukti yang ditemukan dalam rangkaian penindakan tersebut.
Kompol Tohar menjelaskan bahwa polisi kini tidak hanya mengandalkan pemeriksaan barang bukti secara konvensional. Penyidik juga melakukan proses scientific crime investigation untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut.
Menurutnya, sejumlah barang dan alat yang berkaitan dengan perkara telah dikumpulkan untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemeriksaan DNA.
“Kalau sudah DNA-nya dan sebagainya, nanti kami cocokkan dengan beberapa target kami. Kalau ada DNA yang cocok, nanti kami tindak lanjuti,” ujar Kompol Tohar.
Dari pemeriksaan awal, barang bukti yang diamankan diduga terdiri atas sabu serta beberapa jenis barang lain yang masih memerlukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Untuk sabu, aparat memperkirakan terdapat sekitar 45 bungkus dengan berat kurang lebih satu kilogram per bungkus, ditambah beberapa paket lainnya. Sementara barang bukti lain yang disebut dalam pemeriksaan masih belum dapat dipastikan jumlah maupun jenis pastinya.
Polisi juga menyebut adanya sekitar 12 bungkus besar dari jenis barang lain yang jumlah satuannya masih dalam proses penghitungan. Perkiraan sementara, apabila setiap bungkus berisi sekitar 100 satuan, jumlahnya dapat mencapai sekitar 1.200 satuan. Namun angka tersebut belum merupakan hasil penghitungan resmi.
Begitu pula terkait jenis barang lainnya, aparat masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan kandungan dan klasifikasinya. Karena itu, seluruh informasi mengenai jenis, jumlah, berat bersih, serta asal barang masih harus menunggu hasil penyidikan dan pemeriksaan laboratorium.
Dugaan bahwa barang tersebut berasal dari Malaysia juga menjadi bagian dari informasi awal yang tengah didalami penyidik. Polisi selanjutnya berupaya menelusuri jaringan pengiriman, pihak yang mengendalikan barang, serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Penerapan pemeriksaan ilmiah, termasuk pencocokan DNA dengan sejumlah target penyidikan, menunjukkan bahwa aparat tidak berhenti pada pengamanan barang bukti.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat konstruksi perkara sekaligus mengungkap mata rantai jaringan narkotika yang diduga memanfaatkan jalur laut.
Hingga pemeriksaan lebih lanjut selesai, kepolisian belum dapat memastikan seluruh rincian barang bukti maupun jumlah tersangka yang terlibat. Penyidikan masih berjalan.teganya (sm)









