MEDAN | RISATU.COM – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Sumatera Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sei Sikambing, Medan, Jumat (13/3). Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Pantauan di lokasi dipimpin oleh Kanit 2 Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sumut, AKP Indah Handayani, mewakili Kasatgas Pangan Kombes Pol. Rahmat Budi Handoko. Sidak ini sekaligus merespons laporan masyarakat mengenai harga Minyakita yang diduga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah pasar.
Temuan Harga di Lapangan
Berdasarkan hasil pengecekan langsung terhadap pedagang, tim menemukan bahwa harga minyak goreng merek Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih relatif terkendali.
“Untuk kegiatan menjelang Hari Raya Idulfitri di Pasar Sei Sikambing, memang ada beberapa barang yang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan dan masih dalam batas wajar,” ujar AKP Indah di sela-sela kegiatan.
Ia merinci, produk Minyakita terpantau dijual di kisaran Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter. Menurutnya, angka tersebut masih selaras dengan ketentuan HET yang ditetapkan pemerintah. Begitu pula dengan stok beras SPHP yang disebutnya masih mencukupi kebutuhan warga hingga Lebaran nanti.
Kendala Distribusi dan Rantai Pasok
Meski harga di Pasar Sei Sikambing terpantau stabil, Satgas Pangan mengakui adanya temuan pengecer di pasar lain yang menjual di atas HET. Hasil penelusuran menunjukkan adanya kendala pada rantai distribusi.
Beberapa pengecer yang melanggar harga diketahui mendapatkan pasokan dari sesama pengecer, bukan dari distributor resmi yang terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah Rakyat (SIMIRAH). Selain itu, ditemukan distributor tingkat kedua yang menjual barang ke pengecer dengan harga yang sudah mendekati HET.
“Terhadap distributor tersebut akan dilakukan teguran dan peringatan agar tetap mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas pihak Ditreskrimsus melalui keterangan tertulisnya.
Respons Bulog Sumut
Menanggapi dinamika pasar tersebut, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara, Budi, menyatakan pihaknya telah menyalurkan alokasi Minyakita secara merata kepada distributor tingkat pertama (D1) dan kedua (D2).
“Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), kami juga akan menambah suplai di titik-titik tertentu yang dianggap perlu melalui intervensi pasar agar harga tetap terjaga,” ungkap Budi.
Satgas Pangan berkomitmen untuk terus mengawasi distribusi di pasar tradisional maupun ritel modern guna mencegah spekulasi harga yang dapat memberatkan masyarakat menjelang hari raya. (**/Rosmira)









