Mengingat Kehidupan Dunia Jalin Keperdulian Sholat Anak Sejak Dini

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKALIS | RISATU.COM – Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan fondasi iman yang menentukan arah hidup seorang manusia sejak kecil hingga akhir hayat. Ketika orang tua mulai lalai memperhatikan shalat anak-anaknya, sesungguhnya mereka sedang membuka pintu kerusakan yang luas. Tulisan ini mengajak kita kembali merenungi tanggung jawab besar tersebut dengan panduan Al-Qur’an dan hadis.

Ada kegelisahan yang sering tak terucap, namun terasa nyata dalam kehidupan kita hari ini. Anak-anak tumbuh, sekolah berjalan, kebutuhan dunia terpenuhi, tetapi ada satu perkara yang kerap terlewat: shalat. Padahal, shalat bukan hanya kewajiban, melainkan penentu hidup dan mati seorang hamba di hadapan Allah. Ia adalah tiang agama, penyangga iman, dan cahaya yang menerangi perjalanan manusia di dunia hingga akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dengan tegas:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132)
Ayat ini bukan sekadar anjuran, melainkan perintah langsung yang menegaskan bahwa mendidik keluarga dalam shalat adalah kewajiban utama. Bahkan, Allah mendahulukan urusan shalat dibanding urusan rezeki. Seakan Allah ingin mengingatkan: jangan sibuk memberi makan jasad anak, tapi biarkan ruhnya kelaparan.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan dalam sabdanya:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang mendidik) jika mereka meninggalkannya pada usia sepuluh tahun, serta pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)
Hadis ini menunjukkan bahwa pendidikan shalat bukan sesuatu yang ditunda, melainkan dimulai sejak dini, dengan kesabaran, ketegasan, dan konsistensi.

Baca Juga :  Gebyarr Kemerdekaan RI ke-81 di RW 26 Pandau Jaya Meriah, Ketua Panitia Apresiasi Kekompakan Warga

Ucapan Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy rahimahullah menjadi peringatan keras bagi kita. Para sahabat dahulu tidak memandang suatu amalan yang jika ditinggalkan menjadikan seseorang kafir kecuali shalat. Ini bukan perkara ringan. Ini bukan sekadar “nanti saja kalau sudah besar”. Ini adalah garis pemisah antara iman dan kekufuran menurut pemahaman generasi terbaik umat ini.

Coba kita jujur pada diri sendiri. Berapa kali kita melihat anak-anak kita bergegas ke masjid tanpa disuruh? Berapa sering kita membangunkan mereka untuk shalat Subuh dengan penuh kesungguhan, bukan sekadar formalitas? Atau justru kita lebih mudah membangunkan mereka untuk sekolah, tetapi membiarkan mereka terlelap saat panggilan adzan berkumandang?

Padahal Allah telah mengingatkan tentang akibat kelalaian ini:
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
“Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Lihatlah, ketika shalat ditinggalkan, yang datang setelahnya adalah kerusakan akhlak dan dominasi hawa nafsu. Ini bukan kebetulan, tetapi hukum Allah yang pasti terjadi.

Anak-anak adalah amanah. Amanah itu bukan hanya diberi makan, pakaian, dan pendidikan dunia. Amanah itu adalah menjaga mereka agar tetap berada di jalan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang tua adalah pemimpin bagi anak-anaknya. Dan kelak, bukan hanya ditanya tentang sekolah mereka, tetapi tentang shalat mereka.

Baca Juga :  DPC GRIB JAYA Pekanbaru Tetapkan Martin Lase Sebagai Komandan Provos Baru

Betapa sering kita terbalik dalam memprioritaskan hidup. Kita rela mengeluarkan biaya besar demi pendidikan dunia anak, namun lalai menanamkan shalat yang menjadi bekal akhirat mereka. Kita khawatir mereka tidak sukses di dunia, tetapi tidak takut jika mereka celaka di akhirat.

Padahal penyesalan di akhir nanti tidak akan ada gunanya. Allah menggambarkan jeritan hati manusia yang lalai:
يَٰحَسْرَتَىٰ عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِى جَنۢبِ اللَّهِ
“Betapa besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah.” (QS. Az-Zumar: 56)

Kalimat ini bukan sekadar ayat, tetapi gambaran nyata penyesalan yang menghancurkan jiwa, ketika semua sudah terlambat.

Maka sebelum penyesalan itu datang, sebelum anak-anak kita tumbuh dengan hati yang jauh dari Allah, sebelum shalat menjadi sesuatu yang asing bagi mereka, mari kita kembali memperbaiki diri. Mulailah dari hal kecil: mengajak dengan lembut, memberi teladan, membiasakan berjamaah, dan mendoakan mereka tanpa henti.

Karena sesungguhnya, memperbaiki shalat anak bukan hanya menyelamatkan mereka, tetapi juga menyelamatkan diri kita sendiri. Dan kelak, ketika kita berdiri di hadapan Allah, semoga yang kita bawa bukan penyesalan, tetapi amal yang menjadi cahaya: anak-anak yang menjaga shalat, yang menjadi penyejuk mata, dan penolong kita di akhirat.**/JM.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Orang Pria Saat Edarkan Narkoba Di Binjai Barat
19 Motor Knalpot Brong Diamankan di Medan, Satlantas Polrestabes Medan Temukan Pelanggar Bonceng Tiga
Kapolres Binjai Cek Langsung Kesiapsiagaan Pleton Dalmas
Kapolres Binjai Dukung Generasi Muda Melalui Pembukaan Aksadaya Perlombaan Pengibaran Bendera Dan Vapor
Sekda Meranti Lepas Empat Wakil Riau ke MTQ Nasional, Pemkab Beri Sagu Hati Rp5 Juta
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Polres Binjai Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah
HUT ke-81 RI, Sekda Meranti Serahkan Hadiah Lomba Semarak Kemerdekaan
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Binjai Bersama PJU Silaturahmi ke Mako Yonif Raider 100/PS.
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Orang Pria Saat Edarkan Narkoba Di Binjai Barat

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:47 WIB

19 Motor Knalpot Brong Diamankan di Medan, Satlantas Polrestabes Medan Temukan Pelanggar Bonceng Tiga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Kapolres Binjai Cek Langsung Kesiapsiagaan Pleton Dalmas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Kapolres Binjai Dukung Generasi Muda Melalui Pembukaan Aksadaya Perlombaan Pengibaran Bendera Dan Vapor

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Sekda Meranti Lepas Empat Wakil Riau ke MTQ Nasional, Pemkab Beri Sagu Hati Rp5 Juta

Berita Terbaru