Warga Tenayan Raya Tewas di Bekas Galian C

Polisi Selidiki Dugaan Ilegalitas dan Aliran Dana

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU | Insiden tragis menimpa F. Laia (46), warga Simpang Jengkol, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya. Korban ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam lubang bekas galian tanah pada Rabu (18/3/2026) sore.

Jasad korban ditemukan oleh pihak keluarga setelah dilakukan pencarian di area galian yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Pasca-penemuan tersebut, Polsek Kulim langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Kulim, Kompol Didi Antoni SH MH, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami penyebab pasti kematian korban.

“Kami telah berkoordinasi dengan keluarga terkait proses pemakaman. Setelah itu, penyidik akan memeriksa saksi-saksi guna pengembangan penyelidikan,” ujar Kompol Didi.

Menanggapi isu miring mengenai dugaan aliran dana dari pengelola galian ke oknum aparat, Kapolsek menegaskan akan melakukan penelusuran internal. “Kami akan telusuri kebenarannya. Kami imbau masyarakat tidak termakan isu yang belum terbukti,” tambahnya.

Baca Juga :  Akses Tarutung, Sibolga Mulai Terbuka, Polda Sumut Turun Percepat Pemulihan Pasca Longsor

Pengelola galian berinisial BS mendatangi rumah duka pada Minggu (19/3/2026). Di hadapan keluarga dan awak media, BS memberikan pengakuan mengejutkan bahwa aktivitas pengerukan tanah tersebut telah beroperasi sejak tahun 2025 tanpa mengantongi izin resmi.

Ia memaparkan rincian perputaran uang dari hasil penjualan tanah, termasuk klaim adanya koordinasi berupa materi kepada pihak-pihak tertentu, mulai dari oknum tingkat RT/RW hingga oknum aparat saat patroli.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh R, salah satu pemilik lahan. R menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam dugaan setoran tersebut dan mengaku telah melakukan langkah pencegahan.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Sebelumnya, kami sudah mengingatkan keluarga korban agar menjaga anak-anak karena lokasi tersebut rawan. Spanduk larangan masuk juga sudah dipasang. Kami tidak bisa memantau lokasi selama 24 jam,” jelas R.

Baca Juga :  Polres Binjai Syukuran Hari Jadi Ke-78 Polwan RI Tahun 2026 Dengan Sederhana

Pihak keluarga melalui anak korban, S. Laia, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas legalitas aktivitas galian tersebut. Keluarga meminta polisi tidak hanya melihat insiden ini sebagai kecelakaan murni, tetapi juga memeriksa unsur pelanggaran UU Pertambangan dan dugaan praktik gratifikasi.

“Kami minta keadilan. Aktivitas ilegal ini telah memakan korban jiwa. Proses hukum harus berjalan transparan terhadap pengelola maupun pihak-pihak yang membekingi,” tegas S. Laia.

Hingga berita ini diterbitkan, Polsek Kulim masih melakukan pendalaman. Kasus ini menjadi sorotan publik mengenai urgensi pengawasan terhadap aktivitas Galian C di wilayah Tenayan Raya yang kerap beroperasi tanpa izin dan membahayakan keselamatan warga. (*/Red)

(Bersambung)

Berita Terkait

Rakyat Desak Kejatisu Agar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang lebih Transparan Dalam Penggunaan APBD Senilai Rp507,4 Miliar
TIGA TERLAPOR TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PERUBAHAN PERILAKU DALAM PERKARA OTOMOTIF DIGITAL
Kapolres Binjai Komitmen Berantas Narkoba
Majelis Komisi Nyatakan Para Terlapor Tidak Terbukti Melanggar Pasal 22 dalam Perkara Tender Geomembrane PHR
Inilah Persyaratan dan Mekanisme Pembuatan SIM di Polres Binjai Sesuai Perpol No. 2 Tahun 2023
Tim Libas Polres Binjai Gagalkan Rencana Tawuran, 9 Remaja Diamankan Bersama Senjata Tajam
Medan Polonia Menangkan Medan Tuntungan Lewat Adu Penalti, Skor 4-3
Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24.000 gram Sabu ke Palembang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Rakyat Desak Kejatisu Agar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang lebih Transparan Dalam Penggunaan APBD Senilai Rp507,4 Miliar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:28 WIB

TIGA TERLAPOR TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PERUBAHAN PERILAKU DALAM PERKARA OTOMOTIF DIGITAL

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Kapolres Binjai Komitmen Berantas Narkoba

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Majelis Komisi Nyatakan Para Terlapor Tidak Terbukti Melanggar Pasal 22 dalam Perkara Tender Geomembrane PHR

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Inilah Persyaratan dan Mekanisme Pembuatan SIM di Polres Binjai Sesuai Perpol No. 2 Tahun 2023

Berita Terbaru