Perjuangan SBT Bagi PMI Asal Meranti Berlanjut, Wabup Muzamil Rakor Bersama Kemenko Kumham Imipas RI 

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Meranti–(Risatu.com)Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendorong lahirnya kebijakan khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah perbatasan agar dapat bekerja secara legal, aman, dan terlindungi di Malaysia.

 

Gagasan tersebut kembali disuarakan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) RI, Kamis (13/8/2026).

 

Rakor yang membahas perlindungan dan penataan mobilitas tenaga kerja masyarakat perbatasan itu digelar secara daring dari Ruang Rapat Wakil Bupati Kepulauan Meranti.

 

Dalam kesempatan tersebut, Muzamil mendorong penerapan Special Border Treatment (SBT) atau perlakuan khusus bagi masyarakat dari wilayah perbatasan, khususnya Kepulauan Meranti dan Karimun, yang selama ini memiliki hubungan sosial, budaya, ekonomi, serta historis yang sangat erat dengan Malaysia.

 

Menurut Muzamil, mobilitas masyarakat Meranti dan Karimun menuju Malaysia untuk bekerja telah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, sebagian masyarakat masih bekerja menggunakan visa kunjungan atau wisata sehingga menghadapi persoalan legalitas dan rentan terhadap berbagai risiko.

 

Karena itu, pemerintah dinilai tidak cukup hanya menghentikan mobilitas tersebut, tetapi perlu menghadirkan regulasi dan mekanisme kerja sama yang mampu memberikan kepastian hukum serta perlindungan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Diduga Mutu Gedung Sekolah Gagal SBN, Kepsek SMPN 6 Siak Hulu Jawab Sudah Diperiksa BPK dan Inspektorat

 

“Persoalannya bukan menghentikan mobilitas masyarakat, tetapi bagaimana mobilitas yang sudah berlangsung ini bisa diatur sehingga aman, legal, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara,” ujar Muzamil.

 

Ia menilai kondisi tersebut perlu dicarikan solusi melalui skema kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Malaysia.

 

Namun, sebelum dibawa ke dalam pembahasan bilateral, pemerintah pusat diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan regulasi di dalam negeri yang berkaitan dengan penempatan dan perlindungan tenaga kerja asal wilayah perbatasan.

 

Muzamil melihat kebutuhan tenaga kerja di Malaysia sebagai peluang strategis yang dapat diisi oleh tenaga kerja asal Kepulauan Meranti dan Karimun.

Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang besar, di antaranya perkebunan, peternakan, konstruksi, pertukangan kayu, pekerjaan bangunan, restoran, barbershop hingga berbagai sektor jasa lainnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah pekerjaan di Malaysia yang kurang diminati tenaga kerja lokal karena memiliki karakter pekerjaan berat, berisiko, serta membutuhkan kekuatan fisik.

Kondisi itu, kata Muzamil, dapat menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya masyarakat dari wilayah perbatasan.

Baca Juga :  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, melalui Jajaran Seksi Adm Kamtib pada hari ini.

“Ini sebenarnya menjadi celah yang bisa kita isi dengan tenaga kerja kita. Tetapi mereka harus dibekali kompetensi, sertifikasi dan tentunya perlindungan hukum,” jelasnya.

 

Untuk itu, Pemkab Meranti mendorong agar calon tenaga kerja dari Meranti dan Karimun mendapatkan pelatihan serta sertifikasi sesuai bidang pekerjaan yang akan digeluti.

Muzamil mengungkapkan, dirinya juga telah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI terkait peluang penyiapan tenaga kerja dari daerah perbatasan.

 

Menurutnya, pemerintah daerah dapat mengambil peran dalam proses pelatihan dan sertifikasi calon pekerja. Setelah memenuhi kualifikasi, tenaga kerja tersebut dapat melanjutkan proses sertifikasi melalui lembaga terkait di Malaysia, termasuk melalui kerja sama dengan Construction Industry Development Board (CIDB) untuk bidang-bidang pekerjaan yang relevan.

Skema tersebut dinilai dapat memastikan tenaga kerja yang berangkat ke Malaysia memiliki kompetensi, sertifikasi, serta jalur penempatan kerja yang jelas.

 

“Jadi bukan lagi berangkat sebagai pekerja ilegal, tetapi berangkat sebagai tenaga kerja yang sudah memiliki kompetensi dan sertifikasi, kemudian disalurkan melalui mekanisme kerja sama yang resmi,” katanya.

 

Dalam Rakor tersebut, Bupati Karimun H. Iskandarsyah turut menyam. (Hertino)

Berita Terkait

Di Minta Kepada Instansi Yang terkait Dinas Perijinan Dan industri Juga Dinas DLH Kab Bengkalis”,   Agar Turun Kelapangan Cek Pengusaha Tempe Desa Wonosari
MEMASTIKAN PROSES PEMENUHAN HAK INTEGRASI WBP LAPAS NARKOTIKA RUMBAI BERSAMA KANTOR WILAYAH MENGGELAR SIDANG TPP
DUKUNG KETAHANAN PANGAN LAPS NARKOTIKA RUMBAI LAKUKAN PENANAMAN BENIH MELON DAN CEK PERKEMBANGAN PEMBIBITAN LELE
KPPU Soroti Algoritma Harga Grab, Ingatkan Risiko Pelanggaran Persaingan Usaha
Syukuran HUT ke-3 STM OSEDA Pekanbaru
Kasatlantas Perihal Kecelakaan Mobil PLN
Gerak Cepat Satreskrim Polres Binjai, Dua Terduga Pelaku Curat Toko Rp157 Juta Dibekuk
MERAIH BERKAH LAPAS NARKOTIKA TEBAR KEPEDULIAN LEWAT JUMAT BERBAGI DI MASJID AT TAUBAH
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Di Minta Kepada Instansi Yang terkait Dinas Perijinan Dan industri Juga Dinas DLH Kab Bengkalis”,   Agar Turun Kelapangan Cek Pengusaha Tempe Desa Wonosari

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:02 WIB

MEMASTIKAN PROSES PEMENUHAN HAK INTEGRASI WBP LAPAS NARKOTIKA RUMBAI BERSAMA KANTOR WILAYAH MENGGELAR SIDANG TPP

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

DUKUNG KETAHANAN PANGAN LAPS NARKOTIKA RUMBAI LAKUKAN PENANAMAN BENIH MELON DAN CEK PERKEMBANGAN PEMBIBITAN LELE

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:49 WIB

KPPU Soroti Algoritma Harga Grab, Ingatkan Risiko Pelanggaran Persaingan Usaha

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Syukuran HUT ke-3 STM OSEDA Pekanbaru

Berita Terbaru